Hujan di Pagi Hari
Hujan di Pagi Hari (Made Budilana) Pagi itu, hujan turun dengan bunyi yang lembut, membangunkan Lina dari tidurnya. Dia bangkit dan mendekati jendela kamar, melihat tetesan air menuruni kaca dan menyegarkan semua pohon di halaman depan rumah. Hari itu adalah hari dia akan mulai bekerja di kantor baru — dan dia merasa gugup seperti anak sekolah yang pertama kali masuk kelas. Dia mandi, memakai baju kerja yang rapi, dan keluar rumah dengan payung biru yang diwariskan oleh ibunya. Jalanan masih sepi, hanya diisi oleh bunyi hujan dan langkah kaki dia yang pelan. Di persimpangan jalan, dia melihat seorang pria yang sedang kesulitan — payungnya robek, dan dia coba melindungi tas kerja yang terisi dokumen dari hujan. "Kita berbagi ya?" tanya Lina, mendekati dia dengan senyum. Pria itu terkejut, lalu tersenyum dengan senyum yang ramah. Dia bernama Rizky, dan ternyata juga akan bekerja di kantor yang sama dengan Lina. Mereka berjalan bersama, berbagi payung biru di te...