Rembulan di Atas Sawah
Rembulan di Atas Sawah
(Made Budilana)
Malam itu, rembulan terbit sebesar piring keramik tua, menyinari sawah yang luas di desa Wonosari. Udara terasa segar dan penuh bau tanah basah setelah hujan sore tadi. Siti duduk di atas tebing kecil yang menghadap sawah, menatap cahaya bulan yang memantul di permukaan genangan air.
Dia menunggu Budi, sahabatnya yang sejak kecil selalu bersama dia mengelilingi sawah ini. Budi baru pulang dari kota setelah bekerja selama setahun, dan mereka janji bertemu di tempat favorit mereka — di mana rembulan selalu terlihat paling indah.
"Tunggu lama ya?" suara Budi terdengar dari belakang. Siti memalingkan wajah, melihat dia berdiri dengan senyum yang sama seperti dulu, meskipun rambutnya sudah sedikit terurai dan wajahnya lebih matang.
Mereka berjalan turun ke sawah, kaki mereka menyentuh rumput yang lembap. Rembulan menyinari jalan mereka, membuat semuanya terlihat seperti di dalam khayalan. Mereka berbicara tentang apa yang terjadi selama setahun ini — kesulitan Budi di kota, kegembiraan Siti ketika panen berjalan lancar, dan mimpi-mimpi mereka yang belum tercapai.
"Kamu tahu nggak, di kota saya jarang melihat rembulan sebesar ini," kata Budi. "Selalu tertutup awan atau cahaya lampu kota. Kadang saya merindukan sawah ini, dan... kamu."
Siti merasakan hati itu berdebar. Dia juga selalu merindukan Budi, tapi tak pernah berani mengatakannya. "Rembulan di sini selalu menunggu kamu pulang," jawabnya pelan.
Mereka berhenti di tengah sawah, berdiri di bawah cahaya rembulan yang terang. Budi memegang tangannya, matanya memandangnya dengan kebenaran. "Siti, selama saya di kota, yang selalu ada di pikiran saya adalah sawah ini dan kamu. Aku suka sama kamu, dari dulu."
Siti tersenyum, air mata hampir keluar. "Aku juga suka sama kamu, Budi. Selalu."
Mereka berdiri diam, memegang tangan satu sama lain, sementara rembulan terus menyinari mereka dan sawah yang telah menyaksikan semua cerita mereka. Di malam itu, di bawah cahaya bulan yang indah, mimpi mereka akhirnya bersatu — untuk selalu bersama di desa yang mereka cintai, di mana rembulan selalu terlihat paling cantik di atas sawah yang luas.
Komentar
Posting Komentar