Cinta di Bawah Bukit Batu Kursi

Cerpen Cinta Di Bawah Bukit Batu Kursi 
(Oleh Made Budilana)

Di desa Pemuteran, Gerokgak, yang tenang dan mempesona, di mana gunung bertemu dengan laut, terjalinlah sebuah kisah cinta yang unik dan penuh warna.
 
Raka, seorang pemuda desa yang bekerja sebagai penyelam dan pemandu wisata, sangat mencintai keindahan bawah laut Pemuteran. Ia hafal setiap sudut karang dan setiap jenis ikan yang berenang di sana. Suatu hari, seorang wisatawan bernama Kirana datang ke Pemuteran.
 
Kirana adalah seorang fotografer alam yang berasal dari Jakarta. Ia datang ke Pemuteran untuk mengabadikan keindahan bawah laut dan kehidupan masyarakat desa. Ia sangat terpesona dengan keindahan alam Pemuteran yang masih alami dan terjaga.
 
Raka ditugaskan untuk menjadi pemandu Kirana selama ia berada di Pemuteran. Awalnya, mereka hanya berbicara tentang pekerjaan dan keindahan bawah laut. Namun, semakin lama mereka saling mengenal, benih-benih cinta mulai tumbuh di hati mereka.
 
Raka mengajak Kirana menyelam dan menunjukkan keindahan tersembunyi di bawah laut Pemuteran. Kirana mengabadikan setiap momen dengan kameranya, dan Raka dengan sabar menjelaskan setiap detail tentang kehidupan laut. Mereka berdua merasa sangat bahagia dan nyaman saat bersama.
 
Di darat, mereka menjelajahi desa dan berinteraksi dengan masyarakat setempat. Kirana belajar tentang kehidupan Raka sebagai seorang pemuda desa, dan Raka belajar tentang kehidupan Kirana sebagai seorang fotografer dari kota besar. Mereka saling berbagi cerita dan pengalaman, dan semakin merasa dekat satu sama lain.
 
Namun, perbedaan latar belakang dan tujuan hidup membuat mereka ragu untuk mengungkapkan perasaan masing-masing. Raka merasa tidak pantas untuk Kirana yang berasal dari kota besar dan memiliki karier yang sukses. Kirana merasa tidak yakin apakah ia bisa meninggalkan kehidupannya di Jakarta dan tinggal di desa kecil seperti Pemuteran.
 
Suatu malam, mereka duduk di tepi pantai sambil menikmati bintang-bintang. Raka memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaannya kepada Kirana. Dengan gugup, ia mengatakan bahwa ia jatuh cinta pada Kirana sejak pertama kali bertemu.
 
Kirana terkejut mendengar pengakuan Raka. Ia juga merasakan hal yang sama, namun ia takut untuk mengakui perasaannya. Setelah berpikir sejenak, Kirana akhirnya mengakui bahwa ia juga mencintai Raka.
 
Mereka berdua memutuskan untuk mengatasi keraguan dan perbedaan mereka. Mereka berjanji untuk saling mendukung dan membangun masa depan bersama. Kirana memutuskan untuk tinggal lebih lama di Pemuteran dan membantu Raka mengembangkan potensi wisata desa.
 
Kini, Raka dan Kirana hidup bahagia di Pemuteran. Raka tetap menjadi penyelam dan pemandu wisata, dan Kirana menjadi fotografer yang mempromosikan keindahan Pemuteran ke seluruh dunia. Mereka berdua saling melengkapi dan mendukung, dan cinta mereka semakin hari semakin bertambah.
 
Kisah cinta Raka dan Kirana menjadi inspirasi bagi banyak orang di Pemuteran. Mereka membuktikan bahwa cinta sejati dapat ditemukan di mana saja, tanpa memandang perbedaan latar belakang dan tujuan hidup.
 
Di bawah Bukit Batu Kursi yang megah, cinta mereka terus bersemi, seindah terumbu karang dan sehangat mentari pagi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Senja di Pantai Kapal Tejakula.

Asmara Di Pantai Seririt.