Hujan di Pagi Hari

Hujan di Pagi Hari
(Made Budilana)
 
Pagi itu, hujan turun dengan bunyi yang lembut, membangunkan Lina dari tidurnya. Dia bangkit dan mendekati jendela kamar, melihat tetesan air menuruni kaca dan menyegarkan semua pohon di halaman depan rumah. Hari itu adalah hari dia akan mulai bekerja di kantor baru — dan dia merasa gugup seperti anak sekolah yang pertama kali masuk kelas.
 
Dia mandi, memakai baju kerja yang rapi, dan keluar rumah dengan payung biru yang diwariskan oleh ibunya. Jalanan masih sepi, hanya diisi oleh bunyi hujan dan langkah kaki dia yang pelan. Di persimpangan jalan, dia melihat seorang pria yang sedang kesulitan — payungnya robek, dan dia coba melindungi tas kerja yang terisi dokumen dari hujan.
 
"Kita berbagi ya?" tanya Lina, mendekati dia dengan senyum. Pria itu terkejut, lalu tersenyum dengan senyum yang ramah. Dia bernama Rizky, dan ternyata juga akan bekerja di kantor yang sama dengan Lina.
 
Mereka berjalan bersama, berbagi payung biru di tengah hujan pagi. Hujan membuat jalanan licin, tapi mereka berjalan perlahan, berbicara tentang hal-hal sehari-hari — makanan kesukaan, film yang baru ditonton, dan kegugupan mereka menghadapi hari pertama kerja. Bunyi hujan seolah-olah menyembunyikan semua kecemasan, membuat percakapan mereka terasa lebih hangat dan akrab.
 
Ketika tiba di kantor, hujan mulai mereda. Matahari muncul sedikit di balik awan, dan cahaya menyinari tetesan air yang masih menempel di daun pohon di halaman kantor. Rizky memutar kepalanya ke arah Lina. "Terima kasih ya, tanpa kamu aku pasti basah kuyup dan dokumenku hancur. Mau minum kopi bareng nanti sore? Sebagai ucapan terima kasih."
 
Lina tersenyum lebar. "Boleh dong. Lagipula, hari pertama kerja harus ada yang berbagi cerita kan?"
 
Di hari itu, meskipun hujan turun di pagi hari, Lina tidak merasa sedih sama sekali. Sebaliknya, dia merasa bahagia — karena hujan pagi itu telah membawa dia bertemu dengan seseorang yang membuat hari pertamanya di kantor menjadi lebih menyenangkan. Dan mungkin, itu adalah awal dari cerita baru yang indah, yang dimulai dengan tetesan hujan di pagi hari yang damai.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Senja di Pantai Kapal Tejakula.

Cinta di Bawah Bukit Batu Kursi

Asmara Di Pantai Seririt.